“Aku pasti punya masalah tiap kali ingin menulis puisi buatmu. Entah kenapa, kuasa cintamu lebih hebat dari kata-kata yang akan terkeluarkan. Saat itu langsung aku setuju yang dirimu satu. Dan hari ini kau telah menjadi isteriku. Ampunkan aku kalau aku pernah berkasar, Ampunkan aku kalau aku pernah mengherdik, Ampunkan aku kalau aku pernah menjerit, Ampunkan ...